Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia , Nilai Jokowi Khianati Cita – Cita Reformasi
JAKARTA | GRANEONEWS.COM – Ribuan Massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mulai memadati area Patung Kuda, Jakarta Pusat, untuk menggelar demonstrasi evaluasi sembilan tahun pemerintahan Jokowi .
Titik kumpul Patung Kuda selanjutnya para mahasiswa bergerak menuju Istana Presiden dan Gedung Mahkamah Konstitusi ( MK ) .
Unjuk rasa mahasiswa ini juga merupakan buntut dari Keputusan Mahkamah Konstitusi ( MK ) terkait Gugatan Almas Tsaqibbirru, seorang mahasiswa asal Solo yang mengaku pengagum Gibran . Dengan Gugatan Perkara nomor 90/PUU-XXI/2023 usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden yang dikabulkan oleh MK .
Tercatat sebanyak 56 elemen Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya .
Massa dari berbagai BEM tersebut tiba sekitar pukul 15.30 WIB dengan menggunakan atribut kampus dan organisasi masing-masing , serta satu mobil komando.
Dalam orasinya mahasiswa meneriakkan berbagai catatan penting yang terjadi selama 9 tahun pemerintahan Jokowi , “Sembilan tahun tidak ada yang baik, konflik agraria di mana-mana, tanah adat, perkebunan dihilangkan dengan proyek setan nasional. Jokowi harus dikasih rapor merah,” Ujar Orator.
Mahasiswa juga menilai selama pemerintahan Jokowi penegakan hukum semakin amburadul bahkan mereka menuding Jokowi tengah menyiapkan politik dinasti .
Hal itu menurut mereka dapat dilihat dari dikabulkannya gugatan Almas Tsaqibbirru , yang mana Ketua Mahkamah Konstitusi adalah adik ipar Jokowi sendiri yaitu Anwar Usman .
Sebelumnya, mahasiswa mengajak semua elemen BEM dan masyarakat untuk hadir dalam aksi tanggal (20/10/2023 ) ini .
Dalam undangan aksi demo yang beredar, unjuk rasa ini digelar sebagai bentuk evaluasi kinerja Pemerintahan Jokowi serta respons stas putusan MK yang dinilai dapat melanggengkan praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme ( KKN ).
“Aksi ini juga bertepatan dengan momentum 9 tahun Jokowi menjabat sebagai Presiden. BEM SI berpandangan bahwa Jokowi telah mengkhianati reformasi. Terbukti dari berbagai kemunduran dan kebobrokan dari segi Hukum, HAM, Komersialisasi Pendidikan, Represifitas Aparat, Konflik Agraria, dan Investasi Yang Membelakangi hak-hak rakyat,” demikian tertulis dalam undangan yang beredar.
Sementara itu Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa pihaknya menurunkan sebanyak 1.611 personel Polri-TNI dan Pemprov DKI diturunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa tersebut .
Mahasiswa melakukan aksi bakar ban dan kardus didepan beton pembatas yang dipasang untuk menutup Jalan Medan Merdeka Barat arah Istana Kepresidenan. Massa berusaha menerobos beton pembatas dan kawat berduri , tiga orang diamankan oleh aparat yang berjaga ;” tangkap yang coba menerobos segera” Ujar Kapolres Metro melalui pengeras suara .
Penangkapan tersebut bagi mahasiswa adalah bentuk provokasi aparat , akibatnya unjuk rasa tersebut berujung ricuh ,aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat polisi tak terelakan . Bahkan massa melempari aparat dengan berbagai macam benda , batu hingga botol air mineral . Polisi menangkap 13 orang peserta aksi , dengan penangkapan tersebut mahasiswa bertahan hingga malam.
Massa menuntut pembebasan rekan – rekan mereka yang ditangkap , tiga mahasiswa yang tertangkap saat mencoba menerobos beton pembatas Istana Negara , sempat diinjak-injak, dipiting dan dipukuli oleh aparat ( * )
Share this content:




0 Comment