SAMARINDA | GRANEONEWS.COM –  Bandar Udara Temindung , yang pernah beroperasi di Samarinda mulai 24 Juli 1974 ,.hingga resmi ditutup pada 23 Mei 2018 silam saat ini tengah diupayakan untuk alih pungsi .

Pergantian ini terjadi setelah dibangunnya  Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto .

Disamping itu ditutupnya Bandar Udara Temindung juga seiring dengan makin berkembangnya pembangunan di Kalimantan Timur .

Ditambah lagi sejak beberapa tahun yang lalu , hutan di sekitar bandara tersebut mulai ditebang dan digantikan dengan pemukiman penduduk yang semakin banyak.

Termasuk juga luas dari bandara ini dinilai sangat sempit dibandingkan dengan bandara lainnya di Kalimantan Timur.

Hal tersebut membuat pendaratan pesawat agak sulit dan rawan karena harus terbang rendah di antara pemukiman warga.

Disamping itu, bangunan bandara di Kalimantan Timur tersebut semakin terdesak oleh pemukiman warga sehingga kapasitasnya kecil .

Namun dari berbagai alasan di atas , yang paling menjadi pertimbangan adalah dinilai membahayakan bagi para penumpang pesawat maupun warga sekitar bandara .

Akhirnya, Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pariwisata menginisiasi eks Bandara ini menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif dan diberi nama “Temindung Kreatif Hub Kaltim”.

Aktivasi Creative Hub ini dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim,  Hadi Mulyadi bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Dunia, Rabu (27/9/2023) yang lalu . (* )

Penulis ; Teti Dahniar

Editor : Tim

Share this content: