Tidak ada kawan dan lawan abadi yang ada hanya kepentingan abadi , ungkapan bernada satire ini sering kita dengar , biasanya ditujukan untuk para politisi kita .
Menjelang Pilpres 2024 ini , hiruk pikuk makin nyaring terdengar , banyak manuver – manuver yang dilakukan oleh Partai Politik tentunya juga Politisi yang ada didalamnya .
Semua sibuk mengukur dan berhitung , ada yang malu- malu bahkan ada pula yang dengan sengaja secara vulgar mempertontonkan manuver politiknya .
Rakyat kadang dipertontonkan dengan pertunjukan yang mengikis nalar untuk memahami maksud dan tujuan para politisi negeri ini . Ada rasa kesal kadang juga sedih ketika melihat kelakuan para pengejar kekuasaan ini .
Mungkin itulah yang dirasakan Ivan Azhar, seorang Presenter Radio yang juga Founder Talk Academy ,seorang pegiat media sosial yang pada 2019 lalu mungkin pendukung Prabowo Subianto .
Melalui akun Twitter pribadinya ( @ivanazhar1 ) menulis ” Buzzer yang dulu menghujat dan mencaci maki, skrg bisa duduk berdampingan sambil makan siang mewah dan minum air mineral seharga 25rb/botol 350 ml ” ujarnya .
Tulisan tersebut ia unggah lengkap dengan sebuah gambar Prabowo Subianto dan Permadi Arya alias Abu Janda yang nampak sedang menikmati makan siang dengan akrabnya .
“Sementara pendukung yang setia dari dulu melawan cacian-cacian buzzer itu, cukup memandang dari jauh sambil menikmati hidangan warteg dan segelas teh tawar anget gratis.. “Itulah kehidupan, jalanin sajaโฆDisclaimer anak ayah :
๐๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ต๐ช ๐๐บ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฎ” tutupnya .
Tulisan Ivan Azhar tersebut Sontak menjadi trending top drik dan dibaca sebanyak 282 ribu kali dan meretwet ulang sebanyak 1327 kali .
Tulisan Ivan di akun Twitter pribadinya tersebut seakan mewakili perasaan para Relawan Pendukung Prabowo yang berasal dari kalangan Ulama sampai masyarakat biasa , yang dulu berjuang berdarah – darah , berurai air mata, terintimidasi ,terpenjara akibat Gerakan 2019 Ganti Presiden , bahkan ada anak – anak bangsa yang harus meragang nyawa didepan Bawaslu RI tanpa jelas arah hukumnya .
Banyak rakyat yang harus merogoh kucek pribadi yang jumlahnya tidak seberapa, semua mereka lakukan untuk menggalang dana demi mensupport perjuangan untuk memenangkan Pertarungan pada Pilpres 2019 lalu, berharap perubahan untuk Bangsa dan Negara Indonesia yang mereka cintai .
Sementara Abu Janda dan kelompoknya adalah orang yang selalu menyerang dengan hinaan, caci maki bahkan fitnah keji terhadap Prabowo .
Namun pasca bergabungnya Prabowo ke Kabinet Jokowi , pendukungnya harus menelan pil pahit . Mereka merasa ditinggalkan .
Kekecewaan itu wajar mereka lontarkan , mengingat Prabowo seakan lupa bahwa dialah yang membakar semangat para relawan , dengan narasi timbul tenggelam bersama rakyat .
Penulis : ARIE YANNUR
Share this content:
