JAKARTA | GRANEONEWS.COM – Handry Satriago mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Tapi Pria tangguh kelahiran Pekanbaru, 13 Juni 1969 ini bagi sebagian yang lain , ia adalah sosok yang telah banyak menjadi inspirasi bagi orang-orang berkebutuhan khusus dan penyintas penyakit untuk terus berjuang mencapai kesuksesan.
Handry Satriago dalam keterbatasan fisiknya mampu meraih pencapaian tertinggi dalam kariernya, dirinya tercatat sebagai CEO termuda di perusahaan General Electric (GE) Indonesia, yakni sebuah perusahaan multinasional teknologi dan jasa yang berbasis di Amerika Serikat.

Kemampuan Handry untuk mencapai posisi tersebut sangatlah inspiratif, mengingat Handry diketahui sebagai seorang penyandang disabilitas . Dibalik keterbatasannya, diatas kursi roda selama lebih 30 tahun , akibat penyakit kelenjar getah bening yang bersarang ditulang belakangnya ,Handry membuktikan bahwa keterbatasan fisik ,tidak mampu memasung seseorang untuk meraih kesuksesan .
Namun Sabtu ( 16/9/2923 ) perjalannya CEO General Electric (GE) Indonesia tersebut harus berhenti , ia meninggal di usia 54 tahun karena sakitnya.
Dikutip dari detikcom, sababat Handry, Satya Heragandhi membenarkan kabar tersebut , Mendiang CEO GE Indonesia itu dikabarkan meninggal sekitar pukul 07.50 WIB.
“Penyebab utamanya karena cancer, tapi beliau sih sebenarnya sudah mulai survive setelah menjalani 12 atau 13 kali kemo(terapi) sudah mulai membaik, terus tadi pagi juga masih sempat sarapan bareng keluarganya, terus tiba-tiba tadi sekitar jam 8 kurang 10 beliau sudah tidak bernafas,” tuturnya.
Handry Satriago memang sudah berpulang , namun kisahnya memberi inspirasi dan teladan bagi para penyandang disabilitas .
Dirinya mampu memberikan motivasi kepada banyak orang bahwa dengan semangat dan kerja keras , serta menyerahkan semua persoalannya kepada Tuhan , keterbatasan fisik tidak mampu menjadi penghalang . (*)
Share this content:
