JAKARTA | GRANEONEWS.COM – Laksana pendekar Silat , Ketua Komosi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri sibuk mengeluarkan berbagaj jurus . Namun sayangnya jurus yang dikeluarkannya belum mampu mementahkan serangan pukulan atau tendangan lawan.
Jurus tendangan foto dirinya, oleh pihak lawan yakni Syahrul Yasin Limpo (SYL) di GOR badminton daerah Mangga Besar, yang terjadi pada 2 Maret 2022 , menjadi barang bukti dan saksi bisu yang memojokkannya.
Firli mengelak,pertemuan di GOR badminton daerah Mangga Besar, disebut Firli bukan atas inisiatifnya. Lagipula, katanya pertemuannya dengan SYL terjadi pada 2 Maret 2022, jauh sebelum KPK memulai penyelidikan kasus korupsi di Kementan pada Januari 2023. Artinya, menurut Firli, saat itu SYL belum jadi pihak berperkara.
Namun jurus mengelaknya kembali terpental dengan pernyataan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, yang mengatakan pengaduan masyarakat soal dugaan korupsi di Kementan ternyata sudah masuk ke KPK sejak awal 2020.
Hal senada juga disampaikan oleh eks Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Menurut Saut , Firli ngawur, sebab meskipun penyelidikan kasus di Kementerian Pertanian baru dimulai Januari 2023, tapi surat pengaduan masyarakat soal itu sudah masuk ke KPK jauh sebelum 2023.
“Artinya kasus ditangani KPK mulai terhitung sejak surat pengaduan resmi masuk ke KPK.” tegasnya.
Bahkan pihak KPK ternyata telah memulai proses pengumpulan informasinya dari Januari 2021. Dan executive summary dari laporan telaahan pengumpulan informasi itu ditembuskan ke pimpinan KPK pada April 2021.
Berangkat dari fakta tersebut daya tangkis Firli semakin lemah ,Belum lagi, dari informasi yang dihimpun media dari sejumlah kesaksian dikatakan Firli Bahuri diduga menerima duit dari SYL.
Menurut beberapa sumber Firli sudah menerima sebesar Rp 3 miliar dalam tiga kali pertemuan. Jadi, tiap bertemu, Rp 1 miliar masuk ke kantong Firli. Hal itu sama halnya seorang pendekar yang menangkis serangan lawan ,namun tangkisannya justru membuatnya semakin terpojok kesudut dinding arena pertempuran .
Belum lagi barang bukti yang ditemukan dan disita polisi dari penggeledahan di rumahnya membuatnya semakin kehilangan arah serang .
Namun siapa tidak kenal Firli , ia seperti orang pendekar yang dikenal memang pandai berkelit saat bertarung dan kadang berpura-pura pingsan .
Contoh nyata adalah meski Firli Bahuri berkali-kali terbukti melanggar kode etik, semua masih aman-aman saja . Bagaimana kali ini, ketika kasusnya diproses langsung oleh lembaga asalnya yakni pihak kepolisian ?
Kita tunggu saja ( *)
Share this content:
