GAZA | GRANEONEWS.COM – Israel dibantu media – media barat terus melancarkan propaganda busuk terhadap pejuang pembebasan Palestina Hamas .
Mulai dicap sebagai kelompok teroris hingga fitnah keji soal kekejaman terhadap masyarakat sipil Israel.
Bertentangan dengan berita – berita palsu tentang pelanggaran hak asasi manusia yang dituduhkan kepada kelompok perlawanan Palestina .
Video rekaman yang disiarkan oleh situs berita Al Jazeera justru menunjukkan pejuang Hamas membiarkan seorang pemukim perempuan Israel dan dua anaknya bebas ketika para pejuang mengambil alih pemukiman kolonial Israel di Holit.
Pemberitaan palsu yang belum diverifikasi gencar dilakukan oleh banyak media terkemuka di Inggriis seperti Daily Mail, The Sun, The Times, dan The Daily Telegraph . Semua media tersebut kompak menyebarkan berita bohong dan fitnah bahwa “bayi-bayi Israel dipenggal oleh kelompok pejuang Palestina Hamas .

Dikutip dari Quds News Network Justru memperlihatkan kejadian sebaliknya. Anak – anak dan balita warga sipil Palestina justru banyak menjadi korban akibat serangan tentara teroris Israel ke pemukiman penduduk sipil .
Berita palsu yang beredar tersebut telah menimbulkan keluhan , bahwa publikasi tersebut bertindak sebagai proxy propaganda Israel untuk memicu gerakan Islamofobia.
Namun kantor berita The Los Angeles Times menarik kembali laporan sebelumnya , akibat merasa keliru menyatakan bahwa “wanita Israel diperkosa” oleh pejuang Hamas, padahal hal tersebut ternyata dilakukan oleh tentara Israel sendiri .
Dilansir Al Jazeera , Wakil Ketua Hamas Saleh Al Arouri mengatakan , serangan yang mereka lakukan sudah melalui perhitungan matang , serangan mereka tidak diarahkan kepada masyarakat sipil Israel .
” Penetrasi serangan ke wilayah pendudukan pada hari Sabtu adalah sesuai dengan rencana yang terorganisir dengan baik, yang menyerukan serangan terhadap unit Gaza Israel, yang bertanggung jawab atas semua kejahatan di jalur tersebut. 1.200 pejuang menembus wilayah yang diduduki, namun, kami terkejut bahwa tentara Israel jatuh tertelungkup hanya dalam waktu 3 jam dan setelah itu muncul fitnah bahwa Hamas menyerang pemukiman masyarakat sipil .” Ungkapnya.
Seorang jurnalis Yahudi keturunan Australia -Jerman mengatakan dia tidak terkejut dengan operasi Hamas melawan rezim pendudukan Israel , ia mengatakan bahwa selama ini kesulitan yang dialami warga Palestina adalah akibat tindakan pengepungan Israel dan tidak adanya harapan akan berakhirnya pendudukan Israel dalam waktu dekat, menurutnya hal itulah yang menjadi pemicu perlawanan Hamas . ( * )
Penulis : Arie Yannur
Share this content:
