Samarinda | GRANEONEWS.COM – Bekantan ( Nasalis Larvatus ) tiba – tiba terlihat diperumahan Harum Hill di Jalan Kadrie Oening Samarinda .
Kehadiran hewan Primata Indemik Kalimantan yang terancam punah ini sontak saja membuat masyarakat sekitar perumahan tersebut menjadi heboh .
Hal tidak biasa ini menjadi pertanyaan besar , mengingat satwa ini biasanya berada di hutan perairan rendah Kalimantan , seperti tepi sungai dan rawa – rawa .
Sementara itu pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSA ) Kalimantan Timur ( Kaltim ) hingga saat ini juga belum mengeluarkan pernyataan resmi atas peristiwa tersebut.
Primata pemakan pucuk pucukan ini dikenal juga sebagai monyet Belanda , hal itu dikarenakan Bekantan mempunyai hidung yang panjang , bulunya berwarna kuning dan oranye . Tampilan yang berbeda dari primata yang satu ini membuatnya semakin unik .
Berkurangnya Bekantan di habitat aslinya di akibatkan oleh aktivitas penangkapan liar yang terus berlanjut, hilangnya hutan, dan keterbatasan habitatnya.
Bekantan ditempatkan dalam status terancam punah (endangered) di dalam daftar merah IUCN. Spesies ini dilindungi baik oleh organisasi dunia maupun pemerintah Indonesia. ( * )
Share this content:
