Beathor Suryadi ( Dok - Istimewa )
Jakarta | GRANEONEWS.COM – Politikus senior PDI Perjuangan, Beathor Suryadi, mengungkapkan dugaan keterlibatan seorang aktivis bernama Widodo yang diduga menjadi bagian dari tim administrasi saat pendaftaran Jokowi di Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu dengan misteri keabsahan Ijazah Jokowi .
Beathor menyebut, Widodo bersama dua aktivis lainnya, yakni Doddy Wijaya dan Deny Iskandar, berperan dalam mengurus kelengkapan dokumen pencalonan Jokowi.
Namun, muncul dugaan bahwa dokumen tersebut dilengkapi secara tidak wajar melalui jasa dokumen yang dikenal masyarakat berada di Pasar Pramuka, Salemba.
“Dari hasil penelusuran, terlihat jelas perbedaan antara ijazah asli keluaran UGM dan dokumen yang diduga berasal dari Pasar Pramuka. Perbedaannya tampak dari kualitas kertas, tinta, hingga bentuk hurufnya,” ungkap Beathor kepada awak media, Kamis (12/6/2025).
Beathor, menambahkan yang paling menarik adalah hasil penyelidikan Bareskrim Polri justru menyimpulkan bahwa dokumen tersebut identik dengan ijazah resmi keluaran Universitas Gadjah Mada (UGM).
Namun menurutnya hal itu menunjukan bahwa kesamaan tersebut terlalu dipaksakan dan janggal secara teknis.
“Kalau benar Widodo yang mengurus dokumen itu, maka sangat penting untuk menelusuri motif dan prosesnya. Namun justru setelah isu ini kembali mencuat, Widodo menghilang secara misterius tanpa jejak,” tuturnya .
Berdasarkan keterangan Beathor , sebenarnya ada beberapa dari TIM wartawan pernah mencoba melakukan investigasi , yakni mendatangi kost mewah di bilangan Setiabudi Jakarta Selatan , dimana Deny Iskandar dan Doddy Wijaya komisioner KPUD DKI Jakarta tinggal .
“Sampai saat ini belum bertemu kembali dengan Deny Iskandar yang memang aktif dalam kampanye bahkan ide baju kotak-kotak Jokowi juga diinisiasinya” ungkapnya
Beathor juga menyoroti pentingnya transparansi dan pembuktian secara objektif dalam menangani isu yang menyangkut dokumen negara dan integritas pejabat publik di Indonesia .(*)
Share this content:
