KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA
GRANEONEWS.COM -. Sayur bunga Tigarun atau Tigaron adalah jenis sayur khas Kalimantan. Namun demikian jenis sayur yang satu ini mungkin sudah mulai dilupakan ,bahkan nampaknya generasi millenial Kalimantan saat ini tidak mengetahuinya .
Tigaron sebenarnya adalah jenis tumbuhan berkayu dengan nama Ilmiah (Crataeva Nurvala/Crataeva Adansonii) yang masuk dalam keluarga Capparaceae atau tanaman berbunga ,dengan ciri khas memiliki tiga helai daun pada setiap tangkai .
Tumbuhan yang menyebar luas di wilayah hutan tropis Asia ini memiliki penamaan yang berbeda – beda pada setiap wilayah .
Namun walaupun tersebar di wilayah Asia , di Indonesia tumbuhan ini sebenarnya sudah termasuk Langka . Di Kalimantan tumbuhan ini hanya bisa ditemukan diwilayah Hutan berawa ,danau dan tepi anak sungai .
Bunga pohon tigarun ini merupakan sayuran khas yang biasanya dibuat lalapan oleh masyarakat lokal Kalimantan . Sayuran bunga Tigarun biasanya diolah dengan cara disiram air hangat dan dimakan bersama nasi dengan sambal kacang dan kadang dengan sambal terasi.
Di Kalimantan Selatan suku Banjar biasanya menjadikan bunga Tigarun sebagai makanan permentasi dan asinan yang disebut Jaruk Tigarun.
Sayur bunga Tigarun yang memiliki cita rasa pahit ini , sangat digemari oleh suku Kutai dan Banjar , namun sangat disayangkan jenis sayur ini tidak bisa dinikmati sepanjang musim , karena tumbuhan ini berbunga hanya satu kali dalam setahun .
Berdasarkan penelitian para ilmuan dan ahli botani diketahui bahwa , bunga Tigarun yang dijadikan Jaruk memiliki manfaat yang luar biasa .
Kandungan dalam Jaruk bunga Tigaron adalah pelarut metanol yang memberikan aktivitas paling baik dibanding pelarut etanol dan etil asetat. Sedangkan aktivitas anti bakteri dari ekstrak metanol jaruk mampu menghambat bakteri E.coli (7,18±0,53mm), Salmonella sp. (4,00±0,35 mm), S. aureus (6,90±0,14 mm), P. flourescens (8,62±0,54 mm) dan B.subtilis (8,43±0,11).
Bahkan Jaruk bunga Tigarun juga memiliki kemampuan sebagai penangkap radikal DPPH dari ekstrak metanol sebesar 92, 68%.
Hasil identifikasi komponen dengan TLC kualitatif didapati pula bahwa jaruk tigarun mengandung komponen quersetin, stigmasterol dan tanin. Hasil isolasi dan identifikasi lebih lanjut menunjukkan bahwa Jaruk Tigarun memiliki aktivitas antibakteri yang paling baik (MIC = 750 µg/mL) dan diduga merupakan kelompok flavonoid. ( * )
Dari Berbagai Sumber *
Share this content:
