TENGGARONG | GRANEONEWS.COM- Rangkain Acara Pesta Adat Erau Pelas Benua di isi dengan berbagai Event pertunjukan kesenian dan Pangung hiburan Rakyat. a Expo Erau Pelas Benua Memberikan kesempatan kepada Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), untuk berpartisipasi mengenalkan produk dan jasa, guna meningkatkan kualitas ekonomi usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro.
Dalam rangkaian acara tersebut panitia juga menggelar berbagai macam lomba , diantaranya lomba mewarnai yang diikuti oleh peserta dari berbagai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) , tingkat Taman Kanak – Kanak ( TK ) hingga tingkat Sekolah Dasar (SD)
Untuk perlombaan tingkat anak – anak tersebut di bagi menjadi beberapa kategori , yaitu lomba mewarnai dan lomba fashion show Casual Batik Kaltim, yang di ikuti kurang lebih 20 peserta dari berbagai perwakilan Paud , TK dan SD di Kukar .
Penyerahan hadiah di serahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Kadisdikbud )Kabupaten Kukar Thauhid Afrillian Noor.
Didalam sambutannya Kadisdikbud menyampaikan bahwa kebudayaan tidak terlepas dari pendidikan dimana elektabilitas pendidikan bisa bersenergi.
Pihaknya menambahkan, lomba diacara Pesta Adat Erau kedepannya akan di tambah lebih banyak lagi, mengingat banyak sekali sekolah sekolah ingin ikut berpartisipasi.
“Kami mengakui dalam pelaksanaan tahun ini masih banyak kekurangan , namun kami sudah menyampaik beberapa hal kepada pihak penyelenggara dan pihak Event Organizer (EO) , serta kami dari dinas pendidikan selaku penanggung jawab, tentunya banyak hal yang harus di perhatikan. Diantaranya yaitu adalah tempat dan stand yang harus di perluas lagi serta tampilan dari sekolah sekolah yang masih kurang , sehingga nanti kedepannya kita perbanyak lagi dari sekolah sekolah” Imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut ia mengungkapkan bahwa UMKM telah mensupport Acara ini, termasuk kedatangan EL CORONA .
“UMKM juga terlibat , dengan cara Patungan dan itu dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada pihak panitia” imbuhnya .
Terkait perlombaan dengan peserta anak – anak , menurutnya digelar sebagai upaya menumbuhkan kesadaran kepada anak didik kita betapa pentingnya melestarikan adat dan Budaya Kutai, dan hal itu yang tak boleh terlepas dari dunia pendidikan.
Dan melalui momentum itu , pihaknya berharap sekolah ada geliat untuk menghidupkan ekstra kurikulernya terkait dengan budaya budaya yang ada . “Harapannya , pihak sekolah membetuk kelompok kelompok Seni dan Kelompok Budaya agar bisa tampil , dengan demikian maka munculah bakat bakat baru yang peduli dengan seni dan menjaga budaya Kutai ” Pungkasnya . ( Monalisa / Dini Aulia – Adv )
Share this content:
