TENGGARONG | GRANEONEWS.COM – Rencana Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan ( SPBUN ) di sentra-sentra nelayan menjadi target didalam pembahasan RPJMD oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara .
Diketahui Kutai Kartanegara merupakan Kabupaten yang memiliki jumlah nelayan terbanyak di Provinsi Kaltim. Untuk itu pemerintah Kutai Kartanegara melakukan pertemuan dengan BPH Migas di Jakarta.
Wakil Bupati Kukar Rendy Sholihin menjelaskan tujuan dari Audensi tersebut sebagai upaya percepatan Transformasi Ekonomi Kutai Kartanegara.
Pemkab Kukar telah menetapkan dibeberapa sektor, yakni sektor Pertanian , Perikanan dan Perkebunan, sebagai penopang di masa yang akan datang.
Wakil Bupati menjelaskan, Kukar saat ini mempunyai permasalahan yang cukup serius dihadapi ,yakni ketersediaan subsidi bahan bakar.
Dikatakan wakil Bupati ,saat ini Pemda Kukar mempunyai program untuk meningkatkan sumber daya pertanian dalam arti luas. Termasuk perikanan di dalamnya, sehingga selaras dengan program RPJMD yang sudah disusun pada tahun 2021-2026.
Dan ada pula program Kukar idaman, dimana didalam program tersebut pemda Kukar telah memberikan bantuan kepada para petani dan nelayan produktif.
Rendy berharap tahun 2024 mendatang , BPH migas bisa memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk nelayan yang berada di 3 Kecamatan yakni Samboja, Muara Jawa dan Sanga Sanga.
“hampir semua masyarakat disana untuk mendapatkan bahan bakar tersebut sangat sulit dan selama ini mereka membeli bahan bakar yang di perlukan dari Samarinda atau di Balikpapan”. Tuturnya.
Dikatakan Rendy Kecamatan Samboja sebagai daerah penghasil terbesar di bidang perikanan, disana pihaknya akan membangun tempat pelelangan ikan. Pada saat ini ada dua fungsi, tetapi untuk sementara menjadi pelelangan ikan.
Sementara itu perwakilan dari BPH Migas Sentot Haryadi menjelaskan, untuk mengajukan kebutuhan bahan bakar di daerah ditahun 2024 perlu mengajukan kebutuhannya,”tentunya untuk selanjutnya kami lakukan beberapa kota yang diprioritaskan tidak hanya berdasarkan kebutuhan saja, karena keterbatasan,” ungkapnya.
Pada Audensi tersebut Turut mendampingi adalah camat Samboja Barat M Damsing , Camat Muara Jawa Saprudin, Camat Sanga Sanga M Dahriansyah, Lurah Samboja Kuala serta staf dinas Kelautan dan Perikanan.( Monalisa / Diskominfo – Adv )
Share this content:
