Joko Widodo
Jakarta | GRANEONEWS – Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri dalam konferensi persnya mengatakan bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo benar kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Menurutnya pihak Bareskrim juga menemukan bukti kuliah lapangan hingga kuliah kerja nyata (KKN) Jokowi.
“Adanya surat keterangan lulus ujian praktik atas nama Joko Widodo pada tahun 1984 yang diarsipkan oleh Fakultas Kehutanan UGM,” ujar Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro konferensi pers, Kamis (22/5/2025),lalu
Lebih lanjut pihaknya juga menemukan dokumen uraian ujian dan praktik tingkat sarjana atas nama Joko Widodo dengan nomor mahasiswa 1681/kt.
Berikut daftar kuliah lapangan hingga KKN Jokowi yang dirilis Dirtipidum Mabes Polri :
1. Kuliah lapangan satu selama satu hari di Banjarejo, Ngawi, pada tahun 1980.
2.Kuliah lapangan selama 3 hari di Baturraden dan Cilacap pada tahun 1982.
3. Inventarisasi hutan selama 6 hari di Banjarejo pada tahun 1982.
4. Praktik umum selama 2 bulan di Madiun, Cepu, dan Rembang pada tahun 1983.
5. KKN selama 3 bulan di Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, pada tahun 1983.
6. Problema kehutanan selama 3,5 bulan di Kota Madya Surakarta pada tahun 1984-1985.
7. Adanya daftar nilai sarjana atas nama Joko Widodo nomor mahasiswa 1681/kt.
Diberitakan sebelumnya, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan Jokowi benar pernah mendaftar dan masuk Fakultas Kehutanan UGM. Bareskrim mengungkap sejumlah bukti.
“Terkait Fakultas Kehutanan UGM penyelidik mendapatkan fakta bahwa benar Ir Joko Widodo mendaftar dan masuk Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1980 melalui bukti A pengumuman di koran Kedaulatan Rakyat tentang 3.169 peserta lulus ujian masuk PPI atau Proyek Perintis I UGM yang terbit pada hari Jumat Kliwon, 18 Juli 1980 (5 Puasa 1912) pada halaman 4 kolom 6 pada bagian UGM Fakultas Kehutanan. Nomor 14 tercantum nama Joko Widodo, pada koran tersebut telah dipastikan keasliannya melalui keterangan staf perpustakaan,”tegas Brigjen Djuhandhani.
Pengumuman kelulusan Jokowi masuk UGM juga diberitakan oleh koran Bernas. Pengumuman koran Bernas ini juga telah diuji oleh Bareskrim dan dinyatakan sah.
Namun ternyata keterangan dari Dirtipidum Mabes Polri tersebut , justru berbeda dengan pernyataan Jokowi saat dihadapan awak media yang menurutnya ,pihaknya KKN justru di awal tahun 1985 . (*)
Share this content:
