TENGGARONG | GRANEONEWS.COM – Bupati Kukar Edi Damansyah meluncurkan buku keduanya. Buku yang sebenarnya semacam autobiografi tersebut memiliki 249 halaman , ditulis oleh tim dari Swasaba Research Initiative (SRI), Yogyakarta.
Buku yang lebih banyak mengulas tentang rekam jejak Edi Damansyah ini , diharapkan nantinya bisa menambah pembendaharaan kepustakaan , yang muaranya bisa bermanfaat dan mendorong motivasi dan semangat leterasi di Kutai Kartanegara .
Dalam buku ini diceritakan perjuangan Edi Damansyah meniti karier dari bawah , mulai sebagai tenaga honorer, PNS, sekretaris kabupaten, wakil bupati, hingga bupati.
Sementara itu Herry Nugroho yang berperan sebagai editor buku tersebut , mengatakan pihaknya pihaknya sempat terkejut ketika mendapat pertanyaan dari Edi Damansyah, yakni beliau bertanya “Apakah perjalanan kariernya pantas dibukukan?” Setelah menjelaskan konsep buku yang berisi kritik membangun, Edi Damansyah menyetujui penulisan buku.
Pihaknya juga menjelaskan, bahwa buku “Mengayuh Waktu Membangun Kukar ” bagian dari pelengkap dokumen evaluasi yang wajib dibuat setiap akhir tahun dan setiap periode masa jabatan. Biasanya, dokumen itu disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) .
Menurutnya dalam dokumen yang dirilis setiap tahun dan perlima tahun ini berfokus kepada pencapaian kuantitatif semata .
” Namun porsi capaian kualitatif mendapat ruang yang lebih kecil kecil , pencapaian yang ditampilkan dalam dokumen tersebut terkesan kering dan kurang informatif ” ujarnya.
Hadirnya buku Mengayuh Waktu Membangun Kukar diharapkan juga sebagai penyeimbang dalam laporan teknokratis tersebut. “Terlebih, konten buku ini menghadirkan dua sisi yaitu aspirasi langsung dari masyarakat,” ungkap Herry Nugroho, Minggu (1 /10/ 2023) .
Buku ini tidak sekadar menyajikan narasi keberhasilan dan puja-puji semata , namun memuat pula saran dan kritik konstruktif dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) seperti Jatam Kaltim, Walhi Kaltim, dan Pokja 30.
Saat ditanya oleh moderator tentang penilaian Herry Nugroho, ia menyatakan ini satu-satunya di Indonesia “Ini sejarah di Indonesia , belum ada bupati yang melakukan ini , bahkan ini telah menginspirasi salah satu Gubernur di Indonesia untuk membuat buku serupa ,” tutur Herry Nugroho.
Herry Nugroho selaku editor buku menjelaskan konsep penulisan buku didasarkan pada pencapaian kuantitatif Bupati Edi Damansyah.
Ia menjelaskan bahwa frasa “Mengayuh Waktu” dipilih sebagai diksi yang menggambarkan masa jabatan Edi Damansyah.
Menurut Herry ,sisa waktu yang singkat ini, tak menyurutkan semangat Edi Damansyah. Tetap dalam kecepatan penuh mewujudkan obsesi dan janji-janji politiknya yaitu Membangun Kutai Kartanegara .
Pada kesempatan itu ,Tim Penulis Mochammad Faried Cahyono, menambahkan bahwa , para penulis menantang bupati dan narasumber lain berkata jujur, upaya tersebut dilakukan agar kepala daerah seperti Edi Damansyah bisa terus menjadi pemimpin yang baik.
Dalam sambutannya , Edi Damansyah mengaku senang buku ini berhasil diselesaikan bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Tenggarong ke-241 pada 27 September 2023.
Edi Damansyah berharap buku ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kukar , bahwa anak kelahiran pedalaman hulu Sungai Mahakam seperti dirinya , bisa menjadi Bupati dan mengabdi kepada masyarakat di Kukar. Hal itu menurutnya bisa dicapai dengan kedisiplinan dan bekerja baik.
“Saya berasal dari tanah hulu, bahkan, di tempat kelahiran saya, kalau dicari di google tidak ketemu,” ujarnya .
Edi Damansyah 58 tahun , diketahui lahir disebuah desa kecil , yang bernama Desa Ngayau, Kecamatan Muara Bengkal, yakni sebuah kecamatan yang saat ini masuk dalam wilayah Kabupaten Kutai Timur. “Buku ini salah satu referensi generasi muda di Kukar,memba buku ini, saya pastikan terinspirasi isinya,” imbuhnya .
Sementara itu Kadis Dikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor ,menyatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi peluncuran buku Bupati Kukar Edi Damansyah .
” Saya sangat mengapresiasi peluncuran buku ini , walau secara jujur saya sendiri belum membacanya , tapi saya yakin buku Mengayuh Waktu Membangun Kukar ini , isinya mampu memberikan inspirasi kepada kita semua khususnya generasi muda Kutai Kartanegara ” pungkasnya. ( Monalisa / Dini Aulia -Adv )
Share this content:
