TENGGARONG | GRANEONEWS.COM –  Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Sekretariat kabupaten Kutai Kartanegara , Dafip Haryanto  memberikan pembekalan sekaligus melepas  229 orang mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Interprofessional Education (IPE) di UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kukar.

Kegiatan KKN para mahasiswa tersebut pelaksanaannya mulai tanggal 1 hingga 24 November 2023 mendatang. Pembekalan dan Pelepasan digelar di Gedung Serbaguna Kantor Bappeda Kukar pada hari Kamis, (26/10/2023)

Dalam sambutannya Bupati Kutai Kartanegara Edy Damansyah yang disampaikan oleh (Plt) Asisten III Kukar Dafip Haryanto , mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kerjasama antara Pemkab Kukar dan Poltekes Kaltim untuk memberi dampak yang positif, bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Saya berharap kegiatan ini mampu mendorong terjadinya kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan akademisi kesehatan dalam memfasilitasi kesehatan bagi masyarakat. KKN ini akan sangat membantu Pemkab Kukar yang terbatas SDM nya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa seperti program percepatan penurunan Stunting, pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting ( TPPS) . Hal itu dikuatkan melalui SK Bupati Kutai Kartanegara nomor 161/SK-BUP-HK/2022 tentang pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kukar Periode 2022-2024.

Pihaknya berharap program Stunting pemerintah pusat diharapkan bisa seirama dengan pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara. Menurutnya Pemkab Kukar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar diharapkan bisa berkolaborasi dengan Kementerian kesehatan (Kemenkes ) mengingat program Stunting ini menjadi program prioritas pemerintah pusat. “TPPS ini melibatkan berbagai OPD terkait,yaitu Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kantor Kementrian Agama, Dinas Kesehatan, Kecamatan se Kabupaten Kukar, dan KUA se Kabupaten Kukar,”terang Dafip.

Ia juga menuturkan bahwa Tim yang sudah terbentuk di antaranya adalah Tim Pendampingan Keluarga ( TPK)  yang tersebar di 237 desa/kelurahan. ” Tim tersebut terdiri atas 477 bidan, 1431 orang Kader PKK dan KB, tim pakar yang terlibat terdiri dari komponen dokter spesialis ,yakni 1 spesialis kandungan, 2 spesialis anak,3 spesialis ahli gizi, dan 4 psikolog yang ditunjuk oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional,” Tuturnya.

Pada kesempatan itu Dr. Dini Indo Virawati selaku wakil Direktur III Poltekkes Kaltim, mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa poltekkes yang diterima kemenkes untuk melakukan KKNTIPE di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Menurutnya 299 mahasiswa Poltekkes Kemenkes kaltim itu untuk melakukan KKNTIPE di 32 Puskesmas se-Kukar dengan mengangkat tema Stunting yang masih menjadi isu skala prioritas dalam pengentasan stunting di Indonesia.

Terpilihnya Kabupaten Kutai Kartanegara ini sebagai wilayah yang tepat untuk KKNTIPE bukan sesuatu yang biasa melainkan Kukar merupakan wilayah spesial terdekat dengan kampus Poltekkes Kemenkes Kaltim. ” Semoga kerjasama dan kolaborasi terjalin dengan baik tidak hanya sekedar menjalankan KKNTIPE melainkan juga mensuport Tri Dharma Perguruan Tinggi.”tutupnya. (Monalisa /Diskominfo- Adv)

Share this content:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *