Proyek Pembangunan Pasar Tangga Arung Tenggarong ( Inzet : Assisten II Ahyani Fadianur ) Poto : Tim Liputan
Tenggarong | GRANEONEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menargetkan Pembangunan tahap kedua, Pasar Tangga Arung di Kecamatan Tenggarong, pada April 2024 mendatang .
Namun demikian untuk pembangunan untuk tahap dua tersebut saat ini masih dalam proses lelang , dan target administrasinya dirampungkan pada bulan Maret ini
Sebagai informasi, total anggaran pembangunan Pasar Tangga Arung menelan biaya kurang lebih Rp.400 miliar. Anggaran tahap pembangunan tahap pertama sudah dialokasikan Rp157 miliar melalui APBD 2023 .
Menurut Asisten II Setkab Kukar Ahyani Fadianur , mengingat waktu yang mepet maka relokasi pedagang harus segera dilakukan,”Karena waktunya yang mepet, nanti kalau lama-lama, kan mundur, susah juga,” ujar Ahyani Jum’at ( 8/03/24).
Sedangkan target penyelesaian pembangunan pasar Tangga Arung diharapkan bisa terealisasi pada akhir 2024 mendatang.
Pasar Tangga Arung diperkirakan akan mampu menampung 700 pedagang dan akan mulai beroperasi awal 2025.
Lebih lanjut Ahyani menuturkan bahwa , pembangunan mengikuti tahun anggaran , “Mengikuti tahun anggaran saja sebenarnya, sampai akhir tahun. Jadi kalau nanti sampai tahun anggaran harusnya sudah selesai,” imbuhnya.
Pihaknya menuturkan bahwa saat ini, Pemkab Kukar kini juga tengah fokus melakukan pembahasan terkait relokasi pedagang. Para pedagang bakal direlokasi ke wadah baru yang telah disiapkan, yakni bagi pedagang pasar kering.
Berdasarkan data ada sekitar 358 pedagang akan dipindah ke Lapangan Pemuda dan 139 pedagang di Pasar Mangkurawang II.
Target Pemda, para pedagang Pasar Tangga Arung sudah harus dipindah sebelum bulan memasuki bulan puasa.
“Pada prinsipnya pedagang tetap kita pindahkan nanti. Nah untuk sisanya yang belum Itu mungkin dalam waktu dekat kita akan proses,” ujar Ahyani .
Ahyani juga menegaskan bahwa ada 360 pedagang sudah dibantu proses pemindahannya oleh pemerintah.”Setengahnya sudah berangkat, sisanya 343 lagi yang belum. Masih kita carikan alternatif untuk prosesnya,”tutup Ahyani. (Adv/Arie)
Share this content:
