Suasana Pantai Dadakan di Daerah melak,

SAMARINDA | GRANEONEWS – Debit air Sungai Mahakam di Kalimantan Timur saat menyusut drastis akibat musim kemarau ekstrem. Kondisi ini mulai melumpuhkan jalur transportasi air di kawasan hulu serta memicu ancaman krisis air bersih bagi warga di wilayah hilir akibat intrusi air laut.

Di kawasan hulu, seperti Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), pemerintah setempat telah menetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan. Dangkalnya alur sungai menyebabkan kapal-kapal besar pengangkut logistik dan bahan bakar minyak (BBM) terhenti total. Akibatnya, pasokan sembako ke wilayah pedalaman terhambat hingga memicu lonjakan harga pangan.

Untuk mendapatkan air bersih, warga setempat juga harus memperpanjang pipa pompa air mereka karena bibir sungai yang kian mundur ke tengah.Sementara itu di kawasan hilir, penurunan debit air tawar membuat daya dorong sungai melemah. Dampaknya, air laut mulai merembes masuk (intrusi) ke area Delta Mahakam di Kutai Kartanegara. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda, Andri Rachmanto Wibowo, mengonfirmasi fenomena tersebut namun memastikan kadar salinitas di titik pengambilan air baku PDAM sejauh ini masih aman dan terus dipantau.

Di balik dampak ekonominya, menyusutnya aliran sungai ini juga memunculkan fenomena unik berupa hamparan pasir luas di kawasan Melak, Kutai Barat, yang kini mendadak viral karena dimanfaatkan warga sekitar sebagai objek wisata “pantai dadakan”:Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih serta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rawan meluas selama puncak musim kemarau ini.

Share this content:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *